Pengertian Kimia Organik dan Jenis Senyawa Organik Beserta Contohnya

Kimia merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang cukup familiar di dalam kehidupan kita, terutama bagi para pelajar hingga mahasiswa. Ilmu kimia sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang sifat, struktur, susunan, serta perubahan material dan energi yang menyertainya. Kimia dibagi menjadi dua, yaitu kimia organik dan kimia anorganik. Berbicara soal kimia organik, pastinya akan menemui beberapa jenis senyawa kimia organik yang berperan penting dalam kehidupan kita. 

Pengertian Kimia Organik dan Jenis Senyawa Organik

Jenis Senyawa Kimia Organik 

Kimia organik adalah studi mengenai komposisi, reaksi kimia, struktur, serta pembuatan senyawa yang mengandung karbon dan adanya sejumlah elemen lainnya. Di dalam kimia organik fokus tentang senyawa yang terdiri dari atom karbon ataupun hidrokarbon. Senyawa organik menjadi bagian besar dari senyawa kimia, dimana molekulnya mengandung karbon, kecuali karbonat, karbida, serta oksida karbon. 

Jika dikaitkan dengan makhluk hidup, kimia organik berperan penting dalam pembentukan protein, karbohidrat, steroid, lemak, yang tersusun dari atom karbon serta hidrogen dengan bentuk hidrokarbon. 

Tetapi, tidak hanya senyawa itu saja, melainkan masih banyak senyawa serta material lain yang tersusun dari hidrokarbon dan termasuk ke dalam cakupan kimia organik. Maka dari itu, di dalam ilmu ini akan dibahas secara khusus terkait beberapa jenis senyawa kimia organik apa saja yang dapat kita jumpai. 

1. Alkohol 

Alkohol merupakan salah satu dari jenis senyawa kimia organik yang mana pada atom karbonnya mengikat gugus fungsi hidroksil (-OH). Hidroksil ini terdiri dari atom oksigen serta hidrogen, keduanya saling dihubungkan dengan hadirnya ikatan kovalen. Dalam keseharian, kita sudah sering berkaitan dengan alkohol. 

Umumnya, alkohol ini juga dibagi menjadi beberapa jenis. Namun, jenis yang paling sering kita jumpai terutama di dalam minuman beralkohol adalah jenis etil alkohol (etanol). Etil alkohol memiliki struktur yang tersusun oleh rantai karbon. Dimana terdiri dari dua buah atom karbon serta dapat mengikat gugus fungsi hidroksil. 

2. Senyawa Homosiklik 

Senyawa homosiklik termasuk ke dalam jenis senyawa kimia organik. Senyawa homosiklik merupakan kumpulan dari senyawa-senyawa dimana cincinnya hanya terdiri dari atom karbon saja. Dengan kata lain, senyawa homosiklik ini disebut sebagai senyawa karbosiklik. Senyawa ini dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu senyawa alisiklik dan juga senyawa aromatik. 

3. Senyawa Alisiklik 

Senyawa alisiklik merupakan sebuah cincin yang beranggota tiga atau lebih atom karbon serta menyerupai senyawa alifatik seperti halnya dengan senyawa homosiklik. Hidrokarbon alisiklik jenis ini mempunyai rumus umum yaitu Cn H2n. Sebagai contohnya, senyawa alisiklik yaitu siklobutana, siklopropana, dan sikloheksana. 

4. Senyawa Aromatik 

Senyawa aromatik memiliki kandungan cincin benzena yaitu sebuah cincin dari enam atom karbon dengan ikatan ganda maupun tunggal yang terlihat berselang-seling. Senyawa ini disebut sebagai senyawa aromatik karena banyak dari jenis senyawa ini mempunyai bau yang harum. 

5. Senyawa Heterosiklik 

Senyawa heterosiklik merupakan salah satu jenis atom yang berada di dalam satu senyawa cincin. Secara umum, di dalam senyawa ini terdapat satu atau lebih atom unsur di dalam cincin, seperti halnya nitrogen (N), sulfur (S), atau oksigen (O). Sedangkan jika atom selain karbon, yakni N, S atau O, di dalam cincin disebut sebagai heteroatom. 

Pada dasarnya, senyawa heterosiklik yang mempunyai lima hingga enam atom dinamakan sebagai heterosiklik yang beranggota lima serta enam. Contohnya, pirol, tiofen, furan, dan piridin. Senyawa heterosiklik juga dapat dikategorikan sebagai monosiklik, bisiklik, dan juga trisiklik. Bisa disesuaikan dengan jumlah atom penyusun cincinnya satu, dua, ataupun tiga. 

6. Asam Karboksilat 

Jenis senyawa kimia organik lainnya adalah asam karboksilat. Asam karboksilat ialah senyawa organik yang memiliki struktur hidrokarbon yang mengikat, baik itu gugus hidroksil ataupun karbonil. Kemudian ikatan ini disebut sebagai gugus karboksil. Sesuai dengan namanya, asam karboksilat ini mempunyai sifat asam atau dengan kata lain berpH rendah. 

Gugus karboksil sendiri terdiri dari gugus karbonil (CO) dan juga terdiri dari hidroksil (OH). Di dalam senyawa ini, hidrogen yang berada di dalam hidroksil memiliki sifat asam yang menyebabkan pH senyawa rendah. 

7. Aldehida 

Aldehida atau aldehid merupakan salah satu senyawa organik yang memiliki kandungan gugus fungsi karbonil (-CO). Atom karbon yang memberikan ikatan oksigen dengan ikatan rangkap pada dua bagian lain dari karbon terikat hidrogen serta rantai karbon (R). Aldehida berbeda dengan alkohol, dimana senyawa aldehida mempunyai gugus fungsi hidroksil. 

8. Ester 

Pada dasarnya, ester ini merupakan satu diantara jenis senyawa kimia organik yang hampir sama dengan asam karboksilat. Akan tetapi, hidrogen pada gugus hidoksilnya telah dihilangkan dan diganti dengan rantai karbon lainnya. Maka dari itu, di dalam ester terdapat dua buah rantai karbon. Ester juga termasuk ke dalam salah satu turunan dari asam karboksilat dan mempunyai struktur umum.
Review Pengertian Kimia Organik dan Jenis Senyawa Organik Beserta Contohnya Pengertian Kimia Organik dan Jenis Senyawa Organik Beserta Contohnya Reviewed by on Monday, May 18, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.