Tahapan Prosedur Ekspor Dengan Letter of Credit (L/C)

Manajemen Ekspor dan Impor merupakan salah satu mata kuliah yang menarik untuk dipelajari. Banyak materi kuliah manajemen ekspor impor yang dibahas, salah satunya yakni adalah materi mengenai prosedur ekspor dengan Letter of Credit (L/C). Dalam ekspor dengan menggunakan L/C terdapat empat tahapan utama. Untuk mengetahui tahapan ini lebih lanjut, yuk simak uraiannya dalam ulasan ini.

Prosedur Ekspor

Secara umum pengertian Letter of Credit (L/C) ialah suatu pernyataan tertulis dari bank atas permintaan nasabahnya untuk menyediakan suatu jumlah uang tertentu bagi kepentingan pihak ketiga/ penerima. Letter of Credit (L/C) ini yaitu suatu janji dari bank untuk membayarkan sejumlah uang terhadap penjual (eksportir) asal dia bisa menyerahkan dokumen – dokumen yang ditentukan di Letter of Credit (L/C). Simpelnya, Letter of Credit (L/C) ini yaitu jaminan pembayaran dari bank. Letter of Credit (L/C) kerap kali disebut juga dengan istilah documentary credit.

4 Tahapan Utama Dalam Eskpor Dengan Menggunakan Letter of Credit (L/C)

1. Sales Contract Proses

Pengertian sales contract adalah sebuah dokumen atau surat persetujuan untuk pembelian dan penjualan, yang merupakan follow up dari purchase order yang diminta importir. Dimana isi dokumen tersebut tentang syarat syarat pembayaran barang yang akan dijual, seperti mutu, harga, jumlah, cara pengangkutan, pembayaran asuransi, dan sebagainya. Dan kontrak tersebut menjadi dasar bagi para pembeli untuk mengisi pembukaan L/C kepada bank.

Dalam materi kuliah manajemen ekspor impor ini juga dijelaskan beberapa proses dalam kontrak penjualan. Proses ini meliputi kegiatan promosi dari komoditas yang akan diekspor melalui media promosi, seperti iklan di berbagai media, pameran atau melalui badan/ lembaga yang berhubungan dengan kegiatan promosi ekspor semacam Ditjen PEN, Kamar Dagang dan Industri, Atase perdagangan, dan lain sebagainya.

Kemudian ada proses inquirity atau pengiriman surat permintaan suatu komoditas tertentu oleh importir kepada eksportir yang biasanya berisi deskripsi mutu, barang, harga, dan waktu pengiriman. Selanjutnya ada proses offer sheet yang dikirim oleh eksportir untuk menanggapi permintaan importir. Proses selanjutnya ada order sheet yang didapatkan setelah mendapat penawaran dari eksportir, jika setuju maka importir akan mengirimkan surat pemesanan.

Selanjutnya yang dibahas dalam materi kuliah manajemen ekspor impor dalam sales contract prosess adalah sale’s contract. Setelah diisi sesuai data dari order sheet, eksportir kemudian akan menyiapkan surat kontrak jual beli yang ditambah dengan keterangan inspection clause dan force majeur clause. Proses terakhir, terdapat sale’s confirmation yang apabila disetujui oleh importir maka sale’s contract akan ditandatangani dan dikembalikan ke eksportir.

2. L/C Opening Prosess

Suatu Letter of Credit (L/C) adalah jaminan dari bank penerbit kepada eksportir sesuai instruksi yang diberikan oleh importir untuk melakukan pembayaran dengan jumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu sebagai dasar penyerahan dokumen yang diminta importir. Untuk membuka L/C maka eksportir perlu mengikuti sebuah proses. Proses ini juga dibahas dalam materi kuliah manajemen ekspor impor.

Diawali dengan importir yang akan meminta Opening Bank (Bank Devisa) untuk bisa membuka Letter of Credit, sebagai jaminan dan dana yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran kepada eksportir sesuai kesepakatan dalam sales contract. Proses selanjutnya maka opening bank akan melakukan pembukaan L/C melalui bank korespondensi di negara eksportir, dimana dalam hal ini bank yang digunakan adalah advising bank.

Diketahui proses untuk pembukaan L/C bisa dilakukan melalui media elektronik, sedangkan sebagai penegasan dalam bentuk tulisan akan dituangkan dalam L/C confirmation. Dimana L/C confirmation tersebut akan diteruskan dari opening bank kepada advising bank guna disampaikan kepada eksportir. Selanjutnya dalam proses ini, advising bank akan memeriksa keabsahan dari pembukaan L/C yang diserahkan oleh opening bank.

proses pembukaan L/C selanjutnya yang dibahas dalam materi kuliah manajemen ekspor impor adalah saat pembukaan L/C sesuai, maka advising bank akan mengirimkan surat pengantar (L/C advice) kepada eksportir yang berhak menerima. Saat advising bank diminta oleh opening bank untuk menjamin pembayaran atas L/C, maka advising bank juga akan disebut sebagai confirming bank.

3. Cargo Shipment Prosess

Pada proses pengiriman kargo hal yang paling penting adalah adanya dokumen pengapalan sebagai bukti bahwa eksportir sudah mengirimkan barang yang dipesan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam  L/C. Tahapan pada proses ini dimulai saat eskportir menerima L/C advice sebagai acuan untuk mengirimkan barang, di sisi lain eksportir akan melakukan shipment booking kepada shipping company sesuai dengan term yang disebutkan dalam sales contract.

Dalam materi kuliah manajemen ekspor impor, proses tersebut dilanjutkan dengan shipping company yang akan memuat barang dan menyerahkan bukti penerimaan barang, kontrak angkutan barang, bill of lading, dan dokumen pengapalan kepada eksportir. Hingga kemudian pihak eksportir akan mengirimkan dokumen tersebut pada advising bank untuk dikirimkan ke opening bank.

Kemudian shipping company akan mengangkut barang ke pelabuhan tujuan yang disebutkan dalam bill of lading. Setelah importir menerima dokumen dan kewajiban pembayaran kepada opening bank telah dilakukan, maka import clearance sudah bisa diurus dengan pihak bea cukai di pelabuhan. Jika biaya shipping agent telah dilunasi, maka barang akan diserahkan kepada importir.

4. Shipping Document Negotiation Proses

Dimana proses ini merupakan suatu proses penguangan dokumen pengapalan untuk pihak eksportir dan sebagi proses claim barang yang telah dibayar oleh importir. Dalam materi kuliah manajemen ekspor impor, setelah menerima B/L dari shipping company, eksportir akan menyiapkan dokumen lain yang disyaratkan dalam L/C. kemudian negotiating bank akan melakukan pemeriksaan pada kelengkapan dan keakuratan dokumen pengapalan yang dikirim eksportir.

Jika negotiating bank sudah melakukan pembayaran L/C, maka mereka akan mengirimkan dokumen pengapalan ke opening bank untuk mendapatkan reimbustment. Jika kelengkapan dan keakuratan dokumen sesuai dengan syarat L/C maka akan dilakukan pembayaran reimbusment kepada negotiating bank. Hingga kemudian opening bank akan menginformasikan dokumen tersebut pada importir. Importir harus melakukan pembayaran untuk bisa mengambil barang dari shipping agent.

Prosedur Ekspor

Itulah prosedur utama yang perlu dilakukan saat melakukan ekspor dengan menggunakan L/C atau Letter of Credit. L/C memiliki peranan penting dalam proses pembayaran saat perdagangan internasional, sehingga pembayaran dapat dilakukan dengan lancar tanpa adanya masalah. Bisa dibilang L/C merupakan jaminan pembayaran dengan lancar dalam perdagangan internasional.


Review Tahapan Prosedur Ekspor Dengan Letter of Credit (L/C) Tahapan Prosedur Ekspor Dengan Letter of Credit (L/C) Reviewed by on Tuesday, May 12, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.