Metode Perhitungan Pendapatan Nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI, DI)

Segala aktivitas ekonomi yang dijalankan oleh warga masyarakat turut mempengaruhi pendapatan nasional. Pendapatan tersebut diterima dari seluruh anggota keluarga dalam waktu tertentu, biasanya kurun waktu setahun. Dari pemasukan tersebut bisa ditujukan untuk mengukur sejauh mana kesejahteraan dan perkembangan suatu negara. Lalu, bagaimana konsep metode perhitungan pendapatan nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI, DI) itu? Dalam pendapatan nasional memiliki beberapa konsep dan metode menghitung yang tak sama. 

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

A. Pengertian Pendapatan Nasional Menurut Para Ahli 

Pendapatan nasional merupakan mode untuk menghitung pemasukan setiap warna negara dalam hitungan waktu tertentu. Pada bagian ini akan ada beberapa komponen lain yang memiliki arti dan konsep yang berbeda-beda. Berikut ini pun ada beberapa pengertian pendapatan para ahli menurut para ahli: 

1. Alfred Marshal 

Mengemukakan bahwa pendapatan nasional ialah suatu tenaga kerja dan modal dari sebuah negara yang mengelola sumber alamnya guna menciptakan "neto" komoditas entah itu berupa material ataupun immaterial, termasuk jasa dan sekitarnya. 

2. Arthur Cecil Pigou 

Menurut Arthur Cecil Pigou pendapatan nasional ialah bagian dari pemasukan objektif warga masyarakat, termasuk pemasukan dari luar negeri dengan indikator keuangan atau uang sebagai alat ukurnya. 

3. Irving Fisher 

Pendapatan nasional menurut Irving Fisher ialah hasil neto yang langsung dikonsumsi pada tahun tersebut. Deskripsi ini lebih akurat karena aspek paling pokok karena pendapatan nasional adalah yang diperoleh warga masyarakat dan dikonsumsi. 

B. Manfaat Besar Perhitungan Pendapatan Nasional 

Menghitung pendapatan nasional sangat penting untuk dilakukan guna mencari tahu perkembangan ekonomi di suatu negara. Di samping itu, perhitungan pendapatan nasional berikan manfaat lebih seperti: 
  • Mengetahui tingkat kemakmuran warga negara 
  • Mengevaluasi program kerja di pasar ekonomi dalam waktu tertentu 
  • Mengukur perubahan kondisi ekonomi dari waktu ke waktu 
  • Membandingkan kinerja ekonomi di berbagai sektor 
  • Sebagai mode indikator kualitas hidup warga masyarakat 
  • Sebagai alat perbandingan kerja ekonomi dengan negara lain 
  • Sebagai ukuran sekaligus perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu 
  • Sebagai pembanding pertumbuhan ekonomi serta kekayaan yang dimiliki antar negara. 
Perhitungan nasional terbagi menjadi beberapa sektor, yaitu: 
  1. Pendapatan nasional produk domestik bruto atau PDB 
  2. Pendapatan nasional produk nasional bruto atau PNB 
  3. Pendapatan nasional produk nasional netto atau PNN 
  4. Pendapatan nasional net national income atau pendapatan nasional netto 
  5. Pendapatan nasional personal income atau PI 
  6. Pendapatan nasional disposable income atau DI. 
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI, DI)

Masing-masing mode perhitungan nasional tersebut menawarkan konsep yang berbeda-beda. Selengkapnya adalah sebagai berikut: 

1. Konsep Metode Perhitungan Nasional PDB 

Adalah Produk Domestik Bruto PDB atau Gross Domestic Product yang mencakup jumlah produk barang maupun jasa yang diproduksi oleh unit-unit produsen di wilayah domestik dalam kurun waktu setahun. 

Metode penghitungan pendapatan nasional PDB = pendapatan masyarakat dalam negeri + pendapatan asing dalam negeri. 

Pada metode ini, PDB mencakup barang dan jasa yang dikeluarkan oleh perusahaan asing yang berada di dalam negeri atau wilayah domestik. Sebagai contohnya adalah perusahaan 123 dari negara Belanja memiliki cabang di Indonesia, maka hasil produksi baik itu barang ataupun jasa dimasukkan ke dalam PDB. 

2. Konsep Metode Perhitungan Nasional PNB 

Produk Nasional Bruto ialah nilai dari barang maupun jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara secara nasional selama setahun. Termasuk yang diproduksi oleh warga tersebut meski dihasilkan di luar negeri. Contoh dari Gross National Product ini ialah ketika seorang warga dari Indonesia menjual sepatu di Australia, maka hasil barang dan jasa tersebut termasuk PNB. 

Konsep penghitungan pendapatan nasional GNP atau PNB = Pemasukan warga negara Indonesia di dalam negeri + pemasukan warga negara Indonesia di luar negeri - pendapatan warga asing di dalam negeri. 

3. Konsep Metode Perhitungan Nasional PNN 

Produk Nasional Netto atau Net National Product memiliki konsep perhitungan = GNP atau PNB (Pendapatan Nasional Bruto) - depresiasi atau penyusutan barang modal. 

Penyusutan atau depresiasi merupakan penggantian barang modal bagi alat-alat produksi yang digunakan dalam proses produksi. Biasanya ini bersifat taksiran, jadi tak bisa menimbulkan kesalahan sekalipun relatif kecil. 

4. Konsep Metode Perhitungan Nasional NNI 

Net National Income atau NNI merupakan pemasukan yang dihitung berdasar jumlah balas jasa yang diterima warga masyarakat sebagai pemilik dari faktor produksi. 

Pendapatan Nasional Netto atau NNI memiliki metode perhitungan nasional = PNN (Produk Nasional Netto) - pajak tidak langsung. 

Adapun pajak tak langsung ialah pajak yang bebannya bisa dialihkan ke pihak lain. Seperti contohnya pajak penjualan, pajak hadiah dan lainnya. 

5. Konsep Metode Perhitungan Nasional PI 

Personal Income atau PI adalah jumlah pemasukan yang diperoleh setiap warga masyarakat. Tak terkecuali pendapatan uang diterima tanpa melakukan aktivitas apapun. Contoh dari pendapatan perseorangan ini adalah upah pegawai negeri ataupun profit para pengusaha yang diperoleh secara terus menerus. 

Metode penghitungan pendapatan nasional PI atau Personal Income = Net National Income NNI - pajak perusahaan - iuran - laba yang ditahan + transfer payment. 

Transfer payment merupakan penerimaan yang bukan berasal dari balas jasa produksi, tapi diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti contohnya pembayaran dana pensiun, tunjangan dan lainnya. 

6. Konsep Metode Perhitungan Nasional DI 

Disposable Income atau DI disebut juga dengan pendapatan yang siap untuk dibelanjakan. Tepatnya pemasukan yang digunakan untuk membeli barang dan jasa konsumsi. Sisanya akan menjadi tabungan kemudian jadi investasi. 

Konsep perhitungan pendapatan nasional dari disposable income atau DI ialah = Personal Income PI - pajak langsung. 

Pengertian pajak langsung di sini ialah pajak yang bebannya tidak dialihkan ke pihak lain, contohnya saja pajak pemasukan. 

C. Klasifikasi Perekonomian Indonesia 

Menurut International Standard Industrial Classification ISIC, sektor perekonomian Indonesia terbagi jadi tiga kelompok, yaitu: 

1. Sektor Primer 

Pada sektor ini mencakup keperluan pokok masyarakat Indonesia. Pada dasarnya berupa sandang, papan dan pangan. Maksudnya adalah pakaian, tempat tinggal dan konsumsi atau makan. Dalam bagian ini terdiri dari pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, penggalian dan kehutanan. 

2. Sektor Sekunder 

Pada sektor ini terbilang bagian yang berisi kebutuhan hari-hari, tapi bukan yang pokok. Contohnya air, listrik dan gas. 

3. Sektor Tersier 

Pada sektor ini bisa disebut kategori kebutuhan sehari-hari tapi yang lebih mewah. Contohnya telekomunikasi, restoran, hotel, perdagangan dan lainnya. 

Dengan konsep metode perhitungan pendapatan nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI,DI) bisa diketahui arah, tujuan, dan struktur perekonomian suatu negara. Seperti yang diketahui bahwa dalam menghitung pendapatan nasional tidak bisa hanya dengan satu rumus saja. Sebab ada beberapa penerimaan dan pengeluaran yang berbeda. Jadi ada bagiannya masing-masing. Semua ditujukan untuk membentuk perekonomian negara yang lebih baik. Evaluasi sejauh mana perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga bisa diketahui dari perhitungan pendapatan nasional. Alhasil, beragam manfaat pun dapat diperoleh untuk semua, baik itu rumah tangga, perusahaan maupun pemerintah.
Review Metode Perhitungan Pendapatan Nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI, DI) Metode Perhitungan Pendapatan Nasional (PDB, PNB, PNN, NNI, PI, DI) Reviewed by on Wednesday, June 24, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.