Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional

Bahasan artikel kali ini adalah mengenai pengertian Teori Merkantilisme, Teori Perdagangan Internasional. Apa yang dimaksud dengan teori Merkantilisme? Simak saja ulasan singkatnya ya. Namun sebelum membahas mengenai pengertian Teori Merkantilisme, Teori Perdagangan Internasional, ada baiknya kamu memahami dulu manfaat dari mempelajari teori perdagangan internasional. 

Beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh adalah: 
  • Dapat membantu dalam menjelaskan mengenai komposisi serta arah dari perdagangan antar negara, serta berbagai efek dan dampaknya pada struktur perekonomian negara. 
  • Dapat menunjukkan berbagai keuntungan yang bisa muncul dari adanya perdagangan internasional. 
  • Dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan yang ada dalam neraca pembayaran yang defisit. 
Nah, salah satu teori perdagangan internasional tersebut adalah teori Merkantilisme. Artikel ini bukan cuma membahas mengenai pengertiannya, namun juga sejarah serta kritik terhadap pandangan Merkantilisme. 
Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional
A. Pengertian Teori Merkantilisme, Teori Perdagangan Internasional 

Teori Merkantilisme memiliki beberapa pengertian seperti berikut: 
  • Paham yang mengajarkan bahwa kemakmuran perekonomian suatu negara bisa tercapai dengan memaksimalkan surplus perdagangan. Dasar pemikiran teori ini sendiri terdapat pada pemikiran pengembangan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi dengan mengusahakan agar jumlah ekspor melebihi jumlah impor. 
  • Salah satu teori ekonomi yang menyebutkan bahwa kesejahteraan negara ditentukan oleh jumlah modal atau aset yang dimiliki berupa mineral berharga terutama logam mulia seperti emas, serta jumlah perdagangan global yang sangat penting yaitu peningkatan ekspor serta pembatasan impor agar neraca perdagangan selalu positif. 
  • Teori ekonomi nasional yang bertujuan mengumpulkan cadangan moneter lewat keseimbangan perdagangan positif, terutama barang jadi. 
B. Prinsip Utama Teori Merkantilisme 

Beberapa prinsip utama Teori Merkantilisme adalah: 
  • Peningkatan ekspor serta pembatasan impor 
  • Peningkatan neraca perdagangan aktif 
  • Perluasan daerah jajahan 
  • Monopoli di perdagangan 
  • Pencarian logam mulia sebanyak mungkin 
Ide pokok Teori Merkantilisme bisa dilihat dari dua sudut, yaitu dari gambaran umum dan juga kalau dikaitkan dengan perdagangan luar negeri. 

1. Ide Pokok Teori Merkantilisme Terkait Perdagangan Luar Negeri 

Apabila dikaitkan dengan perdagangan luar negeri, maka ada dua ide pokok yang merupakan pusat Teori Merkantilisme, yaitu: 
  • Tujuan setiap politik perdagangan adalah demi menunjang kelebihan ekspor agar melebihi impor atau bisa dibilang neraca perdagangan yang aktif. Dengan begitu maka ekspor mesti ditingkatkan dan impor dibatasi. 
  • Tujuan pemupukan logam mulia adalah demi pembentukan negara nasional yang kuat, sementara pemupukan kemakmuran nasional adalah demi mempertahankan serta mengembangkan kekuatan negara tersebut. Hal tersebut dikarenakan tujuan utama dilakukannya perdagangan luar negeri adalah demi mendapatkan tambahan logam mulia. 
2. Ide Pokok Teori Merkantilisme Secara Umum 

Secara umum, ide pokok teori Merkantilisme adalah: 
  • Bentuk kekayaan khas yang paling disukai adalah logam mulia atau emas dan perak, hingga ekspor logam mulia tersebut sangatlah dilarang. 
  • Negara mesti mampu mendorong ekspor serta memupuk kekayaan dengan merugikan negara lain. 
  • Dalam menetapkan kebijakan ekspor-impor, negara mesti mencapai surplus sebesar mungkin. 
  • Monopolisasi serta kolonisasi perdagangan mesti dilakukan dengan ketat agar keabadian kaum koloni terpelihara dan terjaga hingga mereka tunduk serta bergantung sepenuhnya pada negara induk. 
  • Penentangan pajak, bea, serta restriksi intern terhadap mobilitas barang. 
  • Penguatan pemerintah pusat demi terjaminnya kebijakan merkantilisme berjalan sebagaimana mestinya. 
  • Pertumbuhan penduduk yang tinggi mesti dilakukan agar tersedia sumber daya manusia yang banyak agar pasokan kepentingan militer terpenuhi serta merkantilisme bisa kuat. 
Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional
C. Kebijakan Teori Merkantilisme 

Berbagai kebijakan dari Teori Merkantilisme adalah kebijakan berikut: 
  • Penciptaan koloni di luar negeri 
  • Pelarangan daerah koloni buat melakukan perdagangan dengan negara lain 
  • Monopoli pasar dengan port pokok 
  • Pelarangan ekspor emas dan perak, bahkan buat dijadikan alat pembayaran 
  • Pelarangan perdagangan buat dibawa dalam kapal asing 
  • Subsidi ekspor negara 
  • Promosi manufaktur lewat berbagai penelitian maupun subsidi langsung 
  • Pembatasan upah atau gaji 
  • Pemaksimalan penggunaan sumber daya dalam negeri 
  • Pembatasan konsumsi domestik lewat hambatan non-tarif buat perdagangan. 
Beberapa pelopor Teori Merkantilisme adalah: 
  • Jean Baptiste Colbert 
  • Sir Josiah Child 
  • Von Hornich 
  • Jean Bodin 
  • Thomas Mun 
  • Antonio Serra 
  • David Hume 
Tokoh lain yang cukup populer menguraikan konsep perdagangan bebas khas merkantilis di Eropa adalah esais Perancis, Montaigne yang menuliskan prinsip Merkantilis dalam perdagangan bentuk apapun adalah bahwa salah satu pihak bisa memperoleh keuntungan cuma dengan mengorbankan pihak lain. Karena itulah Montaigne beranggapan bahwa dalam setiap transaksi ada: 
  • Pemenang dan pecundang 
  • Pemeras dan yang dieksploitasi 
D. Sejarah Teori Merkantilisme 

Di awal abad ke-16, Eropa mengalami transformasi ekonomi, dari feodalisme perlahan berganti ke ekonomi pasar dengan orientasi keuntungan atau profit. Saat itulah muncul kelompok dengan cita-cita dan ideologi kapitalisme komersial serta pandangan bahwa politik kemakmuran negara ditujukan demi memperkuat posisi dan berada di atas kemakmuran perseorangan yang di kemudian hari dikenal dengan nama kaum Merkantilisme. 

Perkembangan ekonomi merkantilisme diawali munculnya beberapa tanda berikut: 
  • Makin banyaknya penemuan serta penaklukan berbagai wilayah geografi baru oleh negara Eropa. 
  • Makin banyaknya berbagai arus modal baru, entah berasal dari wilayah geografi baru maupun menuju ke wilayah geografi baru tersebut. 
  • Kebangkitan para saudagar serta raja yang mendorong nasionalisme. 
  • Perkembangan perdagangan lokal menuju perdagangan ke luar negeri yang bertujuan memperoleh keuntungan lebih besar. 
  • Makin meredupnya kekuasaan lama golongan ningrat serta gereja. 
Istilah merkantilisme identik dengan sebutan para kapitalis pedagang atau merchant capitalist yang saat itu dianggap berperan penting dalam dunia bisnis. Mereka kemudian secara pragmatis menganalisis tentang berbagai cara negara bisa sejahtera. 

Pada zaman itu kaum merkantilis berasumsi bahwa peran negara dalam tercapainya kesejahteraan adalah dengan regulasi dan kontrol buat membatasi masyarakat yang terlalu mementingkan diri sendiri dan menghambat kesejahteraan. 

Dengan begitu, regulasi dan kontrol terhadap berbagai aspek perdagangan dilakukan demi mencapai kesejahteraan, berikut beberapa diantaranya: 
  • Aspek keseimbangan dalam pembayaran kredit 
  • Aspek keseimbangan perdagangan yang bisa menguntungkan 
  • Aspek manufaktur 
  • Aspek sirkulasi komoditas melalui kesuburan tanah 
Tokoh yang dianggap berperan penting dalam usaha menegakkan berbagai regulasi serta kontrol tersebut adalah saudagar kaya dari Inggris, Thomas Mun, dan Menteri Utama Ekonomi dan Keuangan Perancis zaman Raja Louis XIV, Jean Baptist Colbert. 

Sebagai perwakilan kaum terpelajar atau scholar dan saudagar, kedua tokoh tersebut memperkenalkan Teori Ekonomi Merkantilisme atau sering juga disebut Colbertisme. Kala itu nilai kesejahteraan sering dinilai dengan standar emas, karena itulah saat mempelajari ide pokok teori ini bakal sering menemukan kegiatan ekonomi terkait logam mulia tersebut. 

Pada akhir abad ke-18, teori merkantilisme mulai meredup yang ditandai dengan munculnya teori ekonomi baru yang diperkenalkan salah satu kritikus terkemuka, Adam Smith. 
Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional
E. Kritik Terhadap Teori Merkantilisme 

Banyak kritik serta pertanyaan diajukan para pengamat di akhir abad ke-18, seperti misalnya terkait surplus produk sosial yang terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan manufaktur dan teknologi pertanian. 

1. Kritik Francois Quesnay 

Sebagai fisiokrat terkemuka, berikut dua kritik yang diajukan Quesnay terhadap merkantilisme: 
  • Quesnay menantang asumsi merkantilis dengan mengatakan bahwa kesejahteraan berkembang dari perdagangan serta industri, serta menekankan surplus yang dihasilkan dari bidang pertanian. 
  • Quesnay mengkritisi kebijakan pemerintah terkait pembayaran pajak, karena menurutnya tidak semestinya petani kecil, pedagang serta pelaku manufaktur dipandang sebagai pelaku pajak, namun seharusnya para pemilik tanah. 
2. Kritik David Hume 

Hume banyak mengajukan ulasan mengenai konsep kesejahteraan sebagai ide pokok kaum merkantilisme. Beberapa kritik Hume terhadap merkantilisme antara lain: 
  • Penumpukan logam mulia yang berpotensi mengakibatkan inflasi. 
  • Penurunan kuantitas ekspor barang. 
  • Peningkatan kuantitas impor. 
  • Timbulnya defisit dalam neraca perdagangan. 
  • Kondisi serta keadaan raja yang menjadi miskin. 
3. Kritik Adam Smith 

Sementara Adam Smith mengajukan beberapa kritik terkait merkantilisme seperti berikut: 

● Tidak seharusnya kemakmuran negara ditentukan berdasar jumlah logam mulia yang dimiliki. 
● Kemakmuran negara seharusnya ditentukan berdasar nilai Gross Domestic Product atau GDP serta sumbangan perdagangan luar negeri terhadap pembentukan GDP. 
● Negara mesti mengurangi campur tangan terhadap perdagangan agar: 
  • Perdagangan bebas atau free trade tercipta. 
  • Peningkatan GDP dan perdagangan luar negeri tercapai. 
● Perdagangan bebas atau free trade bisa memperketat persaingan perdagangan yang pada akhirnya mendorong masing-masing negara buat melakukan spesialisasi serta pembagian kerja internasional berdasar keunggulan absolut masing-masing negara. 
● Peningkatan efisiensi serta produktivitas bisa terpacu melalui pembagian kerja internasional dan spesialisasi yang didasarkan pada konsep absolute advantage. 
● Kemakmuran negara identik dengan peningkatan perdagangan internasional dan GDP. 

Demikian ulasan singkat terkait pengertian teori merkantilisme, teori perdagangan internasional. Semoga dengan membacanya, kamu bisa lebih memahami serta mengerti mengenai teori tersebut. 

Referensi : 
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Merkantilisme
  • http://www.markijar.com/2017/03/4-teori-perdagangan-internasional.html
  • https://portal-ilmu.com/teori-merkantilisme/
Review Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional Pengertian Teori Merkantilisme, Sejarah dan Kritiknya - Teori Perdagangan Internasional Reviewed by on Wednesday, August 12, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.