Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia

Pengangguran serta inflasi merupakan dua masalah ekonomi utama yang dihadapi hampir setiap masyarakat, karena itulah peranan pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan inflasi sangat penting. Walau tidak bisa dihapus total dalam waktu singkat, namun paling tidak bisa dikurangi agar perekonomian negara bisa stabil. 

Topik bahasan artikel ini menarik terutama karena seperti dibilang sebelumnya, pengangguran serta inflasi adalah dua masalah ekonomi utama yang bisa berdampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat. Terkait masalah pengangguran, bahasan topik artikel ini adalah mengenai pengertian, penyebab, serta dampak buruknya bagi masyarakat. 
Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia
1. Pengertian Pengangguran 

Pengangguran secara umum memiliki dua arti, yaitu: 
  • Penduduk yang termasuk usia kerja yang tidak mempunyai pekerjaan dalam bentuk apapun namun aktif mencari pekerjaan. 
  • Kesempatan yang timpang antara angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang mengakibatkan sebagian angkatan kerja tidak bisa melakukan kegiatan kerja. 
Pengukuran tingkat pengangguran suatu wilayah bisa dilakukan dengan mencari persentase dari pembagian jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja, atau dengan rumus: 

Jumlah pengangguran/jumlah angkatan kerja x 100% 

2. Penyebab Pengangguran 

Pengangguran terjadi akibat beberapa penyebab, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 
  • Pertumbuhan penduduk yang cepat. Yang mengakibatkan peningkatan jumlah tenaga kerja namun tanpa diiringi perluasan kesempatan kerja 
  • Tidak tersedianya angkatan kerja yang memenuhi kualifikasi persyaratan sesuai permintaan dunia kerja. 
  • Perkembangan teknologi yang tinggi tanpa diimbangi keterampilan serta pendidikan para pencari kerja. 
  • Tidak tercapainya kesepakatan upah, tidak semua perusahaan bersedia serta mampu mempekerjakan pelamar dengan tingkat upah yang diminta. 
  • Kurangnya kemauan wirausaha. 
  • Ketidakstabilan perekonomian, politik serta keamanan negara. 
  • Tidak tepatnya kebijakan yang ditetapkan pemerintah. 
  • Adanya distorsi harga faktor produksi. 
3. Dampak Pengangguran Terhadap Pembangunan 

Dampak pengangguran bisa dilihat dari dua bidang, yaitu: 

a. Dampak Pengangguran di Bidang Ekonomi 

Ada beberapa dampak pengangguran di bidang ekonomi, misalnya: 
  • Penurunan tingkat pendapatan masyarakat. 
  • Pertumbuhan ekonomi terhambat. 
  • Penurunan standar kehidupan. 
  • Penurunan penghasilan pajak negara. 
b. Dampak Pengangguran di Bidang Sosial 

Sementara beberapa dampak pengangguran di bidang sosial adalah: 
  • Ketidakstabilan politik dan sosial. 
  • Peningkatan tindak kriminalitas. 
  • Peningkatan aksi kekacauan politik dan sosial seperti perebutan kekuasaan dan demonstrasi. 
4. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran 
Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia
Peran pemerintah dalam mengatasi pengangguran bisa difokuskan pada bahasan berbagai kebijakan pemerintah maupun strategi serta langkah yang bisa dilakukan pemerintah. 

a. Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran 

Peran pemerintah dalam mengatasi pengangguran bisa dilihat berdasarkan tujuan diambilnya berbagai kebijakan, yaitu: 

1. Kebijakan pemerintah dengan tujuan bersifat ekonomi 

Berdasar tujuan yang bersifat ekonomi ini, ada tiga pertimbangan utama, seperti: 
  • Penyediaan lowongan pekerjaan 
  • Peningkatan taraf kemakmuran masyarakat 
  • Perbaikan pembagian pendapatan 
Beberapa kebijakan bidang ekonomi misalnya: 

○ Kebijakan fiskal 

Caranya antara lain dengan: 
  • Pengurangan pajak 
  • Penambahan pengeluaran pemerintah. 
○ Kebijakan moneter 

Caranya adalah dengan 
  • Penambahan penawaran uang 
  • Penyediaan kredit khusus buat sektor atau kegiatan tertentu 
  • Penurunan atau pengurangan suku bunga. 
○ Kebijakan segi penawaran 

Caranya seperti berikut: 
  • Mendorong lebih banyak investasi 
  • Pengurangan pajak perusahaan dan individu 
  • Pemberian subsidi. 
  • Kebijakan pemerintah dengan tujuan bersifat sosial dan politik 
Berdasar tujuan yang bersifat sosial politik, ada tiga pertimbangan utama, seperti: 
  • Peningkatan kemakmuran keluarga serta kestabilan keluarga 
  • Pengurangan atau menghindari masalah kejahatan 
  • Perwujudan kestabilan politik 
Beberapa kebijakan bidang sosial politik misalnya: 
  • Kebijakan Kontrol Populasi Masyarakat 
  • Kebijakan Pengurangan Migrasi Desa Ke Kota 
b. Strategi dan Langkah Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran 

Berikut beberapa strategi serta langkah yang bisa dilakukan pemerintah buat mengatasi masalah pengangguran: 
  • Penyelenggaraan bursa pasar kerja atau tenaga kerja 
  • Menggalakkan berbagai kegiatan ekonomi informal 
  • Peningkatan keterampilan tenaga kerja yang ada 
  • Peningkatan mutu pendidikan formal dan informal 
  • Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai perluasan lapangan kerja 
  • Pendirian berbagai pusat latihan kerja 
  • Mendorong investasi negara 
  • Peningkatan transmigrasi 
  • Pelaksanaan deregulasi serta debirokrasi 
5. Masalah Inflasi 

Sehubungan dengan masalah inflasi, maka cakupan bahasan artikel adalah mengenai pengertian, penyebab, dampak serta berbagai kebijakan pemerintah dalam mengatasi inflasi.

Ada lima pengertian inflasi dalam ilmu ekonomi: 
  • Proses peningkatan berbagai harga secara umum serta kontinu terkait dengan mekanisme pasar yang disebabkan banyak faktor, seperti peningkatan konsumsi masyarakat, likuiditas pasar berlebihan yang memicu konsumsi atau spekulasi, serta ketidaklancaran distribusi barang. 
  • Proses penurunan nilai mata uang secara terus menerus. 
  • Proses akibat suatu peristiwa bukan tinggi rendahnya tingkat harga, dengan kata lain harga tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. 
  • Indikator buat melihat tingkat perubahan, karena kalau harga naik terus menerus maka berarti terjadi inflasi. 
  • Peningkatan persediaan uang yang sering dilihat sebagai penyebab peningkatan harga. 
Pengukuran laju inflasi menurut Nopirin bisa dilakukan dengan memakai indeks harga seperti: 

a. Consumer Price Index atau CPI 

Dipakai buat mengukur biaya atau pengeluaran rumah tangga dalam membeli barang keperluan kebutuhan hidup. 

b. Produsen Price Index atau Wholesale Price Index atau PPI 

Dipakai dalam perdagangan besar seperti harga bahan mentah atau raw material, bahan baku atau barang setengah jadi. Indeks ini sejalan dengan CPI. 

c. GNP Deflator 

Mencakup jumlah barang dan jasa yang termasuk dalam hitungan GNP, karena itu jumlahnya cenderung lebih banyak dibanding PPI atau CPI. 
Penyebab Inflasi 

Inflasi menurut Samuelson dan Nordhaus disebabkan beberapa faktor, berikut beberapa diantaranya: 

a. Demand Pull Inflation 

Terjadi sebagai akibat munculnya permintaan total yang terlalu berlebihan akibat banjirnya likuiditas di pasar hingga permintaan melonjak tinggi dan tingkat harga berubah. 

b. Cost Push Inflation atau Supply Shock Inflation 

Terjadi sebagai akibat peningkatan biaya produksi atau input yang mengakibatkan kenaikan harga berbagai produk atau output yang dihasilkan. 

Peningkatan biaya produksi sendiri bisa disebabkan dua hal berikut: 
  • Kenaikan harga, seperti harga bahan baki 
  • Kenaikan gaji atau upah seperti kenaikan gaji PNS 
Selain kedua penyebab di atas, inflasi juga bisa disebabkan oleh

a. Domestic Inflation 

Terjadi sebagai akibat kenaikan harga barang di dalam negeri secara umum. 

b. Imported Inflation 

Terjadi sebagai akibat kenaikan harga barang impor secara umum. 
Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia
6. Dampak Inflasi Terhadap Ekonomi 

Dampak inflasi bisa positif terhadap ekonomi namun bisa juga negatif. Simak penjelasannya di bawah ini. 

a. Dampak Positif 

Inflasi bisa berdampak positif kalau masih tergolong ringan. Beberapa dampak positifnya antara lain: 
  • Peningkatan pendapatan nasional 
  • Peningkatan gairah kerja masyarakat 
  • Peningkatan gairah menabung serta investasi 
  • Debitur diuntungkan karena saat membayar utang pada kreditur, nilai uang lebih rendah dibanding saat meminjam 
  • Kenaikan jumlah hasil produksi 
  • Produsen diuntungkan karena pendapatan yang didapat lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi 
  • Tenaga kerja yang persentase pendapatan melebihi persentase kenaikan inflasi diuntungkan 
  • Individu yang menyimpan kekayaan berupa barang atau emas, bukan uang tunai bakal diuntungkan 
  • Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau SPSI 
b. Dampak Negatif 

Selain berdampak positif, inflasi terutama bisa berdampak negatif seperti di bawah ini: 
  • Tenaga kerja yang berpendapatan tetap bakal dirugikan, misalnya pegawai negeri yang berpenghasilan Rp. 100.000.000 dalam satu tahun, apabila laju inflasi 10% dan penghasilannya tidak mengalami perubahan, maka pegawai negeri tersebut mengalami penurunan pendapatan sebesar 10% x Rp. 100.000.000 atau sejumlah Rp. 10.000.000. 
  • Individu yang menyimpan kekayaan berupa uang tunai bakal dirugikan. 
  • Kreditur bakal mengalami kerugian, terutama saat bunga pinjaman yang diberikan lebih rendah daripada inflasi. 
  • Proses produksi dalam pemakaian berbagai faktor produksi menjadi tidak efisien. 
  • Terjadi perubahan daya beli masyarakat yang kemudian bisa berdampak pada struktur permintaan masyarakat akan beberapa jenis barang. 
  • Penurunan jumlah hasil produksi 
7. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Inflasi 

Peran pemerintah buat mengatasi permasalahan inflasi antara lain adalah dengan menetapkan beberapa kebijakan moneter, fiskal maupun berbagai kebijakan lain. 

a. Kebijakan Moneter Dalam Mengatasi Inflasi 

Kebijakan moneter yang dimaksud adalah berbagai bentuk kebijakan pemerintah di bidang moneter yang bertujuan menjaga kestabilan moneter demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Kebijakan moneter diantaranya meliputi: 

● Penetapan persediaan kas 

Caranya dengan pengurangan peredaran uang yang dilakukan lewat 
  • Penetapan persediaan uang yang beredar 
  • Penetapan persediaan uang kas pada berbagai bank 
● Diskonto 

Caranya dengan peningkatan nilai suku bunga agar masyarakat terdorong buat menabung. 

● Operasi Pasar Terbuka 

Caranya dengan pengurangan peredaran uang oleh bank sentral yang dilakukan dengan penjualan berbagai surat berharga seperti Surat Utang Negara atau SUN. 

b. Kebijakan Fiskal Dalam Mengatasi Inflasi 

Kebijakan fiskal yang dimaksud adalah dengan mempengaruhi penerimaan serta pengeluaran pemerintah. 

Kebijakan fiskal diantaranya meliputi: 

● Penghematan pengeluaran pemerintah 

Dengan mengurangi pengeluaran agar permintaan barang serta jasa juga berkurang dan akhirnya diikuti penurunan harga. 

● Kenaikan tarif pajak 

Dengan menaikkan tarif pajak rumah tangga dan perusahaan, maka tingkat konsumsi bakal berkurang yang nantinya diikuti dengan penurunan permintaan barang dan jasa serta akhirnya harga turun. 

● Berbagai kebijakan lain 

Penetapan berbagai kebijakan lain di sini antara lain adalah: 
  • Peningkatan produksi dan penambahan jumlah barang di pasar yang bisa dilakukan dengan pemberian subsidi atau premi pada perusahaan agar bisa memenuhi target tertentu dan juga dengan menurunkan bea masuk barang impor. 
  • Penetapan harga maksimal buat beberapa jenis barang yang realistis agar harga yang ada bisa dikendalikan. Penetapan harga maksimal mesti realistis karena kalau tidak bisa berakibat munculnya pasar gelap atau black market. 
Demikianlah ulasan singkat terkait peranan pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan inflasi yang ada dalam masyarakat. Semoga kedua masalah ekonomi utama ini bisa segera teratasi. 

Referensi : 
  • http://jendela-kampus.blogspot.com/2012/01/pemerintah-dan-perannya-mengatasi.html
  • https://www.liputan6.com/citizen6/read/3922461/ini-6-cara-mengatasi-pengangguran-dari-pendidikan-hingga-transmigrasi
  • https://www.jurnal.id/id/blog/mengatasi-inflasi-dengan-kebijakan-yang-tepat/
Review Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran dan Inflasi di Indonesia Reviewed by on Monday, August 10, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.