Sumber Modal dan Penggunaan Modal Koperasi Menurut Undang-undang

Sumber modal dan penggunaan modal koperasi penting buat diperhatikan. Soalnya bagaimanapun kalau koperasi tidak memiliki modal maka operasional tentu bakal terganggu pelaksanaannya. Modal sendiri memiliki arti sejumlah uang atau barang yang dipakai buat menjalankan suatu kegiatan usaha, karena itu mutlak diperlukan. 
Sumber Modal dan Penggunaan Modal Koperasi Menurut Undang-undang

A. Sumber Modal Menurut Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 

Menurut Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 ada dua sumber modal utama koperasi, seperti dijelaskan dalam ulasan singkat di bawah ini. 

1. Modal sendiri 

Modal ini dihimpun dari simpanan para anggota koperasi yaitu berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Kalau kegiatan usaha koperasi sudah berhasil berjalan dan mendapatkan Sisa Hasil Usaha atau SHU, maka sebagian SHU itu bakal disisihkan buat menambah dana cadangan yang bisa memperkuat modal sendiri. 

Empat sumber modal sendiri adalah: 

● Simpanan Pokok 

Sejumlah uang yang wajib dibayarkan saat masuk terdaftar menjadi anggota koperasi buat masuk ke kas koperasi, dimana jumlah simpanan pokok masing-masing anggota sama besar. Besaran simpanan pokok ini ditentukan lewat Rapat Anggota dan tidak bisa diambil kembali selama kamu masih terdaftar menjadi anggota. 

● Simpanan Wajib 

Sejumlah uang yang wajib dibayar anggota dengan tujuan buat mencukupi kebutuhan dana, dimana jumlah simpanan wajib masing-masing anggota tidak sama alias berbeda-beda. 

● Dana Cadangan 

Dana yang dipakai buat memupuk modal sendiri dan berfungsi buat menutup kerugian koperasi saat diperlukan. Dana cadangan ini didapat dari penyisihan Sisa Hasil Usaha atau SHU yang jumlahnya ditentukan dalam Anggaran Dasar. 

● Hibah atau Donasi 

Sejumlah pemberian buat koperasi yang bisa dipakai buat pengembangan atau memperlancar kegiatan usaha koperasi, bisa berupa barang ataupun uang. 

2. Modal Pinjaman 

Ada enam sumber Modal Pinjaman, yaitu: 

● Modal Pinjaman Anggota 

Modal pinjaman anggota bisa dikumpulkan dari: 

○ Simpanan Sukarela 

Uang titipan anggota koperasi yang bisa diambil kapan saja sesuai waktu perjanjian yang sudah diatur di Anggaran Rumah Tangga atau ART. 

○ Simpanan Khusus 

Pinjaman yang didapat dari anggota dan dipakai buat membiayai kebutuhan tertentu. Imbalan jasa serta tata cara pengembalian diatur dalam peraturan khusus. 

● Modal Pinjaman Koperasi atau Badan Usaha Lain 

Modal tambahan lainnya adalah bersumber dari koperasi atau badan usaha lain yang didapat lewat kerjasama saling menguntungkan. 

● Bank dan Lembaga Keuangan Lain 

Koperasi bisa mengajukan pinjaman modal dari bank atau lembaga keuangan lain apabila sudah memenuhi persyaratan berikut: 

○ Melampirkan rencana usaha atau rencana penggunaan modal 

○ Melampirkan rencana pengembalian kredit 

○ Melampirkan jaminan barang sesuai jumlah besarnya pinjaman yang diajukan 

● Penelitian Obligasi atau Surat Utang Lain 

Obligasi berupa surat utang jangka panjang yang mesti dilunasi beserta bunga tetap dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Sebelum diterbitkan, obligasi ini mesti mendapat izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM. 

● Sumber Lain Yang Sah 

Yang dimaksud dengan sumber lain yang sah antara lain adalah pemerintah atau lembaga lain dengan pertimbangan tertentu. 

● Modal Penyertaan 

Berupa modal pinjaman dengan resiko tertentu yang mesti ditanggung, bisa berasal dari pemerintah maupun masyarakat. 

○ Modal Penyertaan Bersumber Dari Pemerintah 

Pemerintah dalam hal ini termasuk BUMN melibatkan wakilnya buat mengelola unit usaha yang bersangkutan dan apabila usaha koperasinya sudah berjalan dengan lancar maka modal penyertaan bisa ditarik kembali. 

○ Modal Penyertaan Bukan Bersumber Dari Pemerintah 

3. Modal bisa didapat dari individu atau lembaga swasta. 

Modal penyertaan ini diatur dalam bentuk perjanjian antara koperasi dengan para penanam modal yang diberikan hak serta kewajiban berupa: 
  • Pembayaran dengan bunga yang tetap atau hak atas jasa modal penyertaan dengan sistem bagi hasil. 
  • Kewenangan buat turut serta dalam perencanaan pengelolaan serta pengawasan dengan menempatkan wakil pada kegiatan usaha koperasi. 
Sumber Modal dan Penggunaan Modal Koperasi Menurut Undang-undang

B. Sumber Modal Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 

Sementara Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 memaparkan dua sumber modal yang bisa didapatkan koperasi.. 

1. Equity Capital atau Modal Sendiri 

Modal ini dihimpun dari para anggotanya, bisa berupa simpanan pokok, simpanan wajib, maupun berbagai simpanan lain dengan karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib, modal sumbangan, modal penyertaan, dana cadangan serta Sisa Hasil Usaha yang belum dibagikan. 
Debt Capital atau Modal Pinjaman 

Modal pinjaman ini didapat dari lima sumber, yaitu: 

● Pinjaman yang berasal dari para anggota 

Pinjaman ini bisa disamakan dengan simpanan sukarela para anggota. Namun perbedaannya kalau simpanan sukarela, besar kecilnya nilai yang disimpan tergantung kerelaan anggota, sementara pinjaman berarti koperasi meminjam sejumlah uang dari anggota. 

● Pinjaman yang berasal dari koperasi lain 

Diawali dengan kerjasama antara sesama badan usaha koperasi dengan tujuan saling membantu terutama di penyediaan modal, bentuk serta lingkup kerjasamanya bisa luas atau sempit, tergantung kebutuhan modal. 

● Pinjaman yang berasal dari lembaga keuangan 

Komitmen pemerintah buat mengangkat kemampuan ekonomi rakyat, terutama koperasi terwujud dalam prioritas pemberian pinjaman komersial pada koperasi 

● Pinjaman yang berasal dari obligasi atau surat utang 

Koperasi bisa menjual obligasi atau surat utang pada investor masyarakat umum di luar anggota koperasi buat menambah modal. Tentu saja dengan persyaratan yang diatur ketentuan otoritas pasar modal ya. 

● Pinjaman yang berasal dari sumber keuangan lain 

Koperasi bisa mencari pinjaman dari berbagai sumber keuangan yang ada, namun tentu saja selama sumber keuangan tersebut berasal dari dana yang sah ya. 

Selain sumber modal di atas, Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 pasal 42 juga memaparkan dua hal berikut: 
  • Selain modal yang disebut pada pasal 41, pemupukan modal koperasi bisa berasal dari modal penyertaan. 
  • Ketentuan pemupukan modal dari modal penyertaan diatur lebih lanjut lewat peraturan pemerintah. 
3. Sumber Modal Koperasi Lain 

Teori lain menyatakan ada dua sumber modal yang bisa dipakai buat modal usaha koperasi, yaitu: 

● Modal yang didapat secara langsung 

Sumber modal cara ini dibagi lagi menjadi tiga cara klasik yang bisa dilakukan pengurus koperasi, yakni: 
  • Mengaktifkan simpanan wajib anggota koperasi sesuai penggunaan jasa pelayanan koperasi yang dimanfaatkan anggota tersebut. 
  • Mengaktifkan pengumpulan tabungan anggota koperasi. 
  • Mencari pinjaman dari bank atau non-bank demi penunjang kelancaran operasional kegiatan koperasi. 
● Modal yang didapat secara tidak langsung 

Modal ini didapat dengan mengambil manfaat dari kemampuan koperasi itu dalam rangka menekan biaya, antara lain dengan cara: 
  • Menunda pembayaran yang semestinya dibayarkan 
  • Memupuk dana cadangan koperasi 
  • Menjalin kerja sama usaha 
  • Mendirikan berbagai badan koperasi bersubsidi 
C. Penggunaan Modal Koperasi 

Bagaimana penggunaan modal koperasi? Paling tidak ada tiga penggunaan modal dari koperasi seperti disebutkan di bawah ini: 
  • Buat membiayai proses pendirian koperasi atau biasa disebut biaya pra-organisasi yang diperlukan buat membayar: pembuatan akta pendirian atau anggaran dasar, biaya administrasi pengurusan izin yang dibutuhkan, sewa tempat usaha, ongkos transportasi, dan berbagai biaya lainnya. 
  • Buat membeli berbagai barang modal yang dalam perhitungan koperasi digolongkan menjadi harta tetap atau barang modal jangka panjang. 
  • Buat dipakai sebagai modal kerja yang biasa digunakan buat pembiayaan operasional koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha. 
Lalu bagaimana dengan distribusi modal berupa cadangan koperasi? Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 memaparkan pengertian Cadangan sebagai sejumlah uang yang berasal dari penyisihan Sisa Hasil Usaha atau SHU yang dimasukkan buat memupuk modal sendiri serta menutup kerugian koperasi saat dibutuhkan. 

Sementara pembagian Sisa Hasil Usaha diatur sesuai dengan Anggaran Dasar yang merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967. Penentuan tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 
  • 25% dari SHU yang didapat dari usaha anggota bakal disisihkan buat Cadangan 
  • 60% SHU yang didapat bukan dari usaha anggota bakal disisihkan buat Cadangan. 
Lalu apa saja manfaat dari distribusi Cadangan tersebut? Ada empat manfaat, yaitu: 
  • Buat memenuhi kewajiban tertentu dari koperasi 
  • Buat meningkatkan jumlah modal operasi atau operating capital koperasi 
  • Buat dipakai sebagai jaminan apabila mengalami kerugian di kemudian hari 
  • Buat dipakai sebagai perluasan usaha. 
Referensi : 
  • https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/11-sumber-modal-koperasi-uu-25-tahun-1992/
  • https://adnestantiabenedith.wordpress.com/2014/12/29/permodalan-koperasi-modal-koperasi-sumber-distribusi-cadangan-dan-shu/comment-page-1/
  • https://dinkop-umkm.jatengprov.go.id/resc/img/media/1773-sumber_modal_koperasi.pdf
Review Sumber Modal dan Penggunaan Modal Koperasi Menurut Undang-undang Sumber Modal dan Penggunaan Modal Koperasi Menurut Undang-undang Reviewed by on Friday, July 10, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.